Ijinkan aku berusaha menjadikanmu wanita paling bahagia di
dunia", inilah rasa dari sebuah
pengorbananku untukmu.
Sebuah pengorbanan yang sederhana bila dibanding dengan apa yang sudah kau beri untukku.
Sebuah pengorbanan yang sederhana bila dibanding dengan apa yang sudah kau beri untukku.
Kau mengajarkanku melatih 'sifat sabar' dibalik kemanjaanmu.
Kau memberi ku ruang mengasah ketajaman mata hati untuk bisa
menerima segala kekuranganmu.
Kau menjadi salah satu bahan diskusiku diwaktu malam bersama
Tuhan.
Kau menasehatiku bahwa "kebahagiaan hakikinya tidak bisa dibeli dengan uang,
karena aku hanya butuh kasih sayang". Begitu katamu.
Kau menjadi ladang amal diatas kucuran keringatku.
Kau menjadi santri terbaik diatas keihlasanmu mencari ilmu yang
belum sempat kau pelajari dimasa muda dulu.
Kaulah salah satu amanah disisa ahir hidupku.
Meski terkadang rasa malu harus menindihku diatas ketidak
berdayaanku membahagiakanmu mereguk kenikmatan duniawi.
Kalau kau minta untaian berlian, aku hanya bisa memberimu untaian
kata hikmah agar kau tak salah arah.
Saat kau minta dibelikan pakaian baru, aku hanya bisa memberimu
pakaian dari sisa-sisa payah ketakwaanku.
Jika kau minta dibelikan kendaraan mewah, aku hanya bisa
menawarkanmu gerobak iman yang akan mengantarkanmu ke surga idaman.
Sekali lagi, ijinkan aku membahagiakanmu dengan caraku.
Cara yang tidak biasa menjadikanmu sebagai wanita yang paling
bahagia didunia dan diakhirat sana.
Mungkin suatu saat nanti, kamu harus menderita lapar karena hidup
denganku.
Maka saat itu juga aku akan berkata padamu, "sayang... hanya ini jatah makan kita
hari ini yang diberikan oleh Tuhan, masaklah segenggam beras ini untuk kau
makan bersama anak-anak, jangan pernah merasa sedih atas apa yang sudah
ditentukan Tuhan untuk hidup kita, karena jika kita bersedih hati itu artinya
kita termasuk orang yang tidak mampu bersyukur."
Maaf andai aku tidak membelikanmu mesin cuci guna mempermudah
pekerjaanmu.
Karena aku ingin bajuku dicuci oleh kedua tangan kasih sayangmu.
Tahukah kau? beribu malaikat senantiasa mendoakan dan memintakan
maghfiroh untukmu saat kau cuci bajuku dengan kedua tanganmu, karena disetiap
bilasan akan selalu ada keberkahan.
Aku ingin
membahagiakanmu sembari melatih hati kita untuk bisa sepenuhnya mencintaiNya
diatas semua cinta yang ada pada hati dan keluarga.
#copast punya ustadz okhi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar